Vaksin MMR Itu Apa Sih? Yuk, Kita Cari Tahu

Vaksin MMR Itu Apa Sih? Yuk, Kita Cari Tahu

Perlu Tahu, Ini Vaksin MR dan MMR untuk Anak

Sejatinya memang masih banyak masyarakat kita yang belum terlalu familiar dengan jenis vaksin MMR. Perlu kalian ketahui, vaksin MMR ini merupakan jenis vaksin yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari 3 jenis penyakit, yakni campak, gondongan, dan rubella. Vaksin ini biasanya diberikan dua kali pada anak usia 15 bulan dan 5 tahun.

Vaksin MMR mengandung kombinasi virus campak, gondongan, dan rubella yang sudah dilemahkan. Dengan pemberian virus yang sudah dilemahkan tadi, maka akan memicu system kekebalan tubuh untuk memproduksi antibody yang dapat melawan ketiga jenis penyakit tersebut.

Seiring dengan berjalannya waktu, sekarang ini telah dikembangkan kombinasi vaksin yang disebut dengan nama MMRV. Ya, vaksin tersebut dapat melindungi tubuh dari MMR dan cacar air. Umumnya, vaksin MMRV ini akan diberikan pada anak berusia 12 bulan hingga 12 tahun. 

Indikasi Pemberian Vaksin MMR

* Anak-anak  

seperti yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi, bahwa pemberian vaksin MMR ini ditujukan pada kalangan anak-anak. Dosis pertama vaksn MMR sebaiknya diberikan pada anak yang berusia 12 – 15 bulan, sementara dosis yang kedua harus diberikan pada anak berusia 4 – 6 tahun. Lantas, apa jadinya jika anak hanya mendapatkan satu dosis saja? Menurut informasi yang didapat, seorang anak yang hanya mendapatkan satu dosis vaksin MMR, maka tubuhnya tidak terlindungi secara maksimal dari risiko penyakit campak, gondongan, dan rubella. 

* Remaja dan Dewasa

Orang dewasa yang belum pernah atau hanya mendapatkan satu kali mendapatkan vaksin MMR, maka dianjurkan untuk melakukan 2 suntikan aksin MMR dengan rentang waktu 1 bulan. Adapun mengenai beberapa kelompok orang dewasa yang diharuskan melakukan vaksinasi MMR seperti dibawah ini:

– Wanita yang merencanakan kehamilan (vaksinasi sebelum hamil)

– Orang yang akan sebuah daerah yang sedang terkena wabah campak, gondongan, dan rubella. 

– Orang-orang yang terinfeksi campak selama terjadi wabah

– Petugas kesehatan

Orang-orang yang Tidak Boleh Melakukan Vaksinasi MMR

1. Mempunyai atau pernah mengalami reaksi alergi berat terhadap vaksin MMR, maupun bahan lain yang terkandung di dalam vaksin MMR hingga mengancam keselamatan. 

2. Selain memiliki laergi, wanita yang tengah hamil juga tidak boleh melakukan vaksinasi MMR. Mengapa demikian? Pasalnya, vaksin MMR pada wanita hamil bisa menyebabkan komplikasi hingga memicu keguguran. 

3. Orang-orang penderita penyakit yang dapat mempengaruhi system imun tubuh seperti HIV / AIDS.

4. Sedang menjalani pengobatan yang mempengaruhi system imun tubuh, seprti pengobatan dengan kortikosteroid, radioterapi, atau kemotrapi. 

5. Orang-orang yang memiliki riwayat gangguan system imun tubuh dalam keluarga.

6. Orang yang baru menjalani transfuse darah.

7. Penderita penyakit tuberculosis.

8. Menerima jenis vaksin lain dalam 4 minggu terakhir.

9. Orang-orang yang tengah menderita batuk dan pilek.

Hal yang Dilakukan Dokter Sebelum Melakukan Vaksinasi MMR

Sebelum melakkan vaksinasi MMR, biasanya dokter akan mengajukan pertanyaan seputar riwayat kesehatan si pasien yang mencakup gangguan kesehatan yang pernah atau sedang di derita, riwayat alergi, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, dangaya hidup.

Tak hanya itu, dokter juga akan menerangkan tentang vaksin MMR mulai dari manfaatnya, hingga risiko yang mungkin akan terjadi setelah melakukan vaksinasi. Jika sudah demikian, nantinya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik serta mengukur suhu tubuh, detak jantung, dan tekanan darah si pasien.  

Jika anda ingin menghindari MMR dan sekarang sedang mencari tempat vaksin bandung, anda bisa mengunjungi aplikasi atau website halodoc. Anda bisa mencari berbagai klinik atau rumah sakit yang menyediakan vaksin MMR terdekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*