Category Archive : Gaya Hidup

4 Jenis Tawaran yang Wajib Diwaspadai Selama Pandemi Corona

https://lh5.googleusercontent.com/NWjqHiCc9iabwqNQcoEKFmPQjLq9TRkfv0QUjrR0nn2rSYJdWfXUpsovKJjx3iQSycnJ_17Zd90FgC3WMsVLeNu-8R3IZ8UcFE6LluhLwYaeVdbv06I2rBb110s54A1UT9L9GaP_

Banyak sekali pihak dan orang-orang baik yang bahu-membahu membantu sesama & saling menguatkan selama pandemi Corona. Mulai dari bagi-bagi masker, makanan, sembako gratis, hingga membuka donasi untuk orang-orang yang membutuhkan & terganggu ekonominya akibat virus ini. Tapi di sisi lain, banyak juga oknum tidak bertanggung jawab yang kerap menjadikan pandemi sebagai celah untuk melakukan penipuan untuk menguntungkan diri sendiri. 

Pinjaman uang tunai dari fintech contohnya, adalah salah satu hal yang kerap dijadikan sebagai senjata oleh penipu untuk mengelabui banyak orang. Sebab, di tengah krisis seperti sekarang, banyak orang yang membutuhkan uang dan pinjaman untuk tetap menyambung hidup. Dengan memanfaatkan rasa takut dan cemas di kala pandemi, penipuan jenis ini dijalankan oleh penipu melalui banyak media mulai dari telepon, SMS dengan link tertentu, hingga tawaran melalui media sosial. 

Maka dari itu, agar kita tidak turut menjadi korban, yuk tingkatkan kewaspadaan terhadap 4 jenis tawaran berikut ini. 

Pinjaman uang tunai dengan syarat terlalu mudah

Mulai dari oknum yang mengaku-ngaku sebagai pihak fintech sampai fintech pinjaman uang tunai ilegal yang tidak terdaftar di OJK, biasanya menggunakan modus tawaran pinjaman yang syaratnya sangat mudah. Misalnya, hanya perlu KTP. Padahal, untuk bisa menentukan kelayakan dan profil risiko calon debitur, diperlukan data yang lain selain KTP. Salah satunya bukti penghasilan. 

Masalahnya, dibanding jumlah fintech pinjaman uang tunai yang legal dan terdaftar di OJK seperti Kredivo, jumlah yang ilegal jauh lebih banyak dan bergerilya menawarkan jasanya kepada masyarakat. Supaya aman dan terhindar dari risiko bunga yang mencekik, penting untuk diingat bahwa kita wajib menggunakan fintech pinjaman uang tunai yang terdaftar di OJk. Jangan terbuai dengan adanya logo OJK pada situs atau aplikasi fintech semata. Kamu perlu juga mengecek pada situs dan rilis yang diterbitkan OJK, mengenai nama-nama perusahaan fintech yang sudah terdaftar untuk memastikan hal tersebut. 

Untuk kebutuhan darurat, fintech pinjaman uang online tunai memang bisa diandalkan. Selain cara daftarnya mudah, proses approvalnya juga cepat. Belum ditambah jumlah limit yang besar, seperti Kredivo yang dapat memberikan limit bagi pengguna Premium hingga 30 juta. Sementara pinjaman uang yang bisa diajukan pengguna, minimal mulai dari 500 ribu untuk jenis pinjaman mini dan mulai dari Rp 1 juta untuk jenis pinjaman jumbo. Suku bunga yang diterapkan Kredivo hanya 2,95% per bulan dengan opsi tenor 1/3/6 bulan untuk pinjaman. Untuk daftar, silakan download aplikasi Kredivo di Google Play Store atau App Store.  

Asuransi Covid-19

Jangan langsung panic buying ketika menerima tawaran asuransi Covid-19 dari berbagai perusahaan asuransi. Tawaran ini perlu dicek lebih lanjut sebab Covid-19 merupakan wabah atau virus yang baru muncul dan diketahui. Sudah menjadi rahasia umum bahwa asuransi umumnya tidak meng-cover penyakit yang risiko penularannya besar. Namun, bukan berarti asuransi covid-19 hanya fiktif belaka. Beberapa perusahaan asuransi juga ada yang mengembangkan produknya dengan memperluas cakupan proteksi dari Covid-19. 

Jika kamu tertarik dan berniat membeli asuransi Covid-19, jangan lupa pelajari polisnya dengan seksama. Perlu juga diingat bahwa saat ini, pemerintah menanggung pengobatan pasien Covid-19 di berbagai rumah sakit yang menjadi rujukan. Sehingga, pasien tidak akan dibebankan biaya apapun selama masa perawatan. Ini juga penting untuk dijadikan pertimbangan sebelum membeli asuransi Covid-19.

Produk kesehatan di online shop dengan harga miring

Bukan cuma dimarkup dengan harga lebih dari 10 kali lipat aslinya, penipuan penjualan masker dan hand sanitizer saat ini juga sedang marak terjadi. Ada yang sudah bayar sekian puluh juta, tapi hanya dikirimi boks berisi batu. Ada yang beli di e-commerce dengan harga “normal” tapi ternyata harga tersebut untuk satuan/selembar masker. Dan masih banyak lagi. Di tengah kebutuhan yang tinggi, produk pendukung proteksi kesehatan seperti masker, hand sanitizer, dan vitamin C, harganya memang masih sedikit lebih tinggi dari harga normal sebelum terjadi wabah. 

Oleh karena itu, sebaiknya cek dulu kredibilitas dari penjual sebelum memutuskan membeli. Jangan tergiur iming-iming harga miring, apalagi jika tujuannya untuk dijual lagi dengan harga melambung. Hindari membeli barang dari media online seperti Instagram. Kalau beli di e-commerce, luangkan waktu untuk melihat review, bintang, ulasan, dan membaca deskripsi dengan seksama sebelum membeli. 

Donasi Covid-19 yang tidak kredibel

Penawaran donasi pun tidak luput dari risiko penipuan dan penyalahgunaan. Belakangan, ada juga penipuan donasi Covid-19 yang bahkan mengatasnamakan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) sebagai Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19. Belum ditambah kasus permintaan donasi lainnya yang viral di media sosial, namun ternyata penipuan. Dengan bermodalkan cerita haru & sedih, disertai foto-foto pendukung yang ternyata palsu/dikarang, penipuan permintaan donasi bukan hal yang bisa dianggap remeh. Maka dari itu, jika kamu tergerak dan berniat untuk donasi dari sebuah narasi yang ada di media manapun, jangan lupa untuk selalu mengecek kebenarannya ya. Kalau perlu, lakukan donasi secara pribadi saja misalnya ke tetangga atau kerabat yang membutuhkan atau melalui platform donasi online yang kredibel.